Latest Updates

Contoh Naskah Ceramah | Dakwah Singkat Tema Kematian

Contoh Naskah Ceramah | Dakwah Singkat Tema Kematian
Keyakinan orang beriman akan adanya kehidupan sesudah kematian menyebabkan dirinya selalu berada dalam mode menunggu menghadapi kematian. Mereka memandang kematian sebagai suatu keniscayaan. Tidak seperti orang kafir yang selalu saja berusaha untuk menghindari kematian. Orang beriman sangat dipengaruhi oleh pesan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam yang bersabda:

“Banyak-banyaklah mengingat penghapus kenikmatan, yakni kematian.” (HR Tirmidzi 2229)

Sedangkan sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu pernah berkata: “Bila manusia meninggal dunia, maka pada saat itulah ia bangun dari tidurnya.” Subhanallah...! Berarti beliau ingin mengatakan bahwa manusia yang menemui ajalnya adalah manusia yang justru baru mulai menjalani kehidupan sebenarnya, sedangkan kita yang masih hidup di dunia ini justru masih ”belum bangun”. Sungguh, ucapan ini sangat sejalan dengan firman Allah ta’aala:
وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 64)

Pantas bilamana Ali radhiyallahu ’anhu pula yang berkata: “Dunia pergi menjauh dan akhirat datang mendekat. Karena itu, jadilah kalian anak-anak akhirat, jangan menjadi budak-budak dunia. Sekarang waktunya beramal, dan tidak ada penghisaban. Sedangkan besok waktunya
penghisaban, tidak ada amal.”

Bagaimanakah kematian orang beriman? Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

“Orang beriman meninggal dengan kening penuh keringat.” (HR Ahmad 21886)

Penulis produktif Aidh Al-Qarni menulis: ”Saya menyeru setiap orang tua agar mengingat kematian. Sadar bahwa dirinya sudah mendekat maut serta tidak mungkin bisa lari darinya. Jadi, siapkan diri untuk menemui Allah. Karena itu, sudah sepantasnya ia menjauhi akhir kehidupan yang jelek dan memperbanyak amal kebaikan sehingga dapat berjumpa dengan Allah ta’aala dalam keadaan diridhai.”

Ambillah keteladanan dari kematian Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu. Ia ditikam oleh Abu Lu’luah saat sedang mengimami sholat subuh. Umarpun jatuh tersungkur bersimbah darah. Dalam keadaan seperti itu ia tidak ingat isteri, anak, harta, keluarga, sanak saudara atau kekuasaannya. Yang ia ingat hanyalah ”Laa ilaha illallah Muhammad rasulullah, hasbiyallah wa ni’mal wakil.” Setelah itu ia bertanya kepada sahabatnya: ”Siapakah yang telah menikamku?”
”Kau ditikam oleh Abu Lu’luah Al-Majusi.”
Umar radhiyallahu ’anhu lalu berkata: ”Segala puji bagi Allah ta’aala yang membuatku terbunuh di tangan orang yang tidak pernah bersujud kepada-Nya walau hanya sekali.” Umar-pun mati syahid.

Ketika Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam menghadapi sakaratul maut beliau mengambil secarik kain dan menaruhnya di wajah beliau karena parahnya kondisi yang beliau hadapi. Lalu beliau berdoa:

“Laa ilaha illallah… Laa ilaha illallah… Laa ilaha illalla. Sungguh kematian itu sangat pedih. Ya Allah, bantulah aku menghadapi sakratul maut. Ya Allah, ringankanlah sakratul maut itu buatku.” (HR Bukhary-Muslim)
Aisyah radhiyallahu ’anha menuturkan: “Demi Allah, beliau mencelupkan kain itu ke air lalu meletakkannya di atas wajah beliau seraya berdoa:

”Ya Allah, bantulah aku menghadapi sakratul maut.”

Saudaraku, marilah kita mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian yang bisa datang kapan saja. Kematian yang sungguh mengandung kepedihan bagi setiap manusia yang mengalaminya. Hingga kekasih Allah ta’aala saja, yakni Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam berdoa agar Allah ta’aala ringankan bagi dirinya sakaratul maut. Tidak ada seorangpun yang tidak bakal merasakan kepedihan sakratul maut.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS Ali Imran 185)

Marilah saudaraku, kita mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan segera bertaubat memohon ampunan dan rahmat Allah ta’aala sebelum terlambat. Sebab begitulah kematian orang kafir. Suatu bentuk kematian yang diwarnai penyesalan yang sungguh terlambat.

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding) sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS Al-Mu’minun 99-100)

Seandainya kamu semua berada di rumahmu, pastilah orang-orang yang telah ditetapkan untuk mati keluar ke tempat mereka terbunuh (QS Ali Imran 3; 154)

Kematian itu milik semua makhluk Allah, manusia, hewan, tumbuhan termasuk bangsa malaikat dan setan semuanya akan merasakan apa yang namanya kematian.

Kematian adalah sebuah tahapan dari kehidupan yang kejadiannya bersifat pasti. Ia akan datang menjemput tanpa dapat dihindari. Kehadirannya sering menimbulkan ketakutan pada awalnya dan senantiasa melahirkan kesedihan pada akhirnya.

Bahkan, kesedihan yang berkepanjangan dan berlarut-larut. Kematianlah yang membuat seluruh kenikmatan dan kebahagiaan terputuskan yang kemudian diganti oleh penderitaan dalam kehidupan dunia.

Kematian pula yang membuat hubungan antara orang-orang yang dicintai dan yang mencintai terpisahkan. Karena kematian, seseorang harus meninggalkan harta benda yang begitu dicintai, begitu dibanggakan dan begitu diagungkan dan sejumlah harta benda yang diklaim adalah miliknya sendiri.

Alhaakumut takaatsuru hattaa zurtumul maqabir; bermegah-megahan telah melalaikan kalian hingga kalian sampai di alam kubur ( Q.S. At-Takatsur, 102:1-2)

Contoh Naskah Ceramah | Dakwah Singkat Tema Kesombongan

Contoh Naskah Ceramah | Dakwah Singkat Tema Kesombongan
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Qs. Luqman  ayat 18).

Dari ayat tersebut diatas Allah melarang manusia berbuat sombong dan angkuh serta membangga-banggakan diri. Ketiga perbuatan tercela itu akan terjadi disaat manusia berinteraksi atas sesamanya yang didasari sesuatu keberhasilan atau melebihi pada dirinya baik berupa kecantikan, ketampanan, keilmuan (title kesarjanaan), popularitas, jabatan, harta, dan banyaknya pengikut. Tentunya mau tidak mau manusia tidak akan terlepas dari hidup bermasyarakat maka dengan adanya ilmu agamalah manusia akan menjadi makhluk sempurna yang tidak didasari oleh akal dan hawaa nafsunya belaka. Artinya jika manusia tidak memakai kerangka kehidupannya dengan agama sebagai pedoman maka sudah dipastikan pegangannnya adalah akal dan hawa nafsunya sedangkan kita ketahui bahwa kemampuan akal terbatas dan hawa nafsu pasti menjurus kepada keburukan.

Perlulah diketahui apa kriteria “Sombong” menurut agama Dari Abdullah bin Mas’ud menerangkan bahwa Rosulullah bersabda “Ada seorang berkata, “ sesungguhnya orang itu suka berpakaian yang bagus-bagus dan sandal yang bagus pula, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah, suka keindahan. Sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan sesama manusia. (HR Muslim). Dari hadis diatas dapatlah disimpulkan bahwa banyaknya masyarakat sangat awam tentang kriteria kesombongan bahkan karena terbatasnya ilmu agama pelanggaran demi pelanggaran diinfestasikan selama ini menjadi sebuah dosa. Bagaimana sebuah kebenaran yang selalu kalah jika berhadapan dengan kekuasaan karena mungkin jabatannya, hartanya, popularitasnya maupun banyaknya pengikut serta asas kepentingan pribadi dan golongan. Sehingga boleh jadi kebenaran sudah miliknya kekuasaan yang akan menghasilkan produk kesombongan dan diperparah dengan membenarkan kebenaran yang salah sehingga sudah sangat miskin arti dari sebuah kebenaran yang pasti akan menjurus kepada kesombongan. Kesombongan pulahlah yang dilakukan Iblis la’natullah (Ana’ hoirumminhu kholaqtaniiminnar wakholaqtahu mintiin) Iblis berkata:
"Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."…..(Qs. Shaad [38] : 76) Hal ini pulalah sering dilakukan makhluk yang namanya manusia sering berkata dalam hati maupun lisan dengan mengatakan “saya lebih baik dari dia” tentunya tidak lain samalah dengan Iblis.

Larangan perbuatan sombong bukan dilahirkan oleh manusia akan tetapi memang aturan yang agama tetapkan, tentunya manusia sekarang bertanya Mengapa manusia tidak boleh berbuat sombong? Coba kita jawab melalui kacamata agama yaitu :
Pertama, Kemuliaan dan kebesaran adalah hal yang sangatlah esensial didambakan semua orang, kemuliaan dan kebesaran ini pulalah yang sangat diupayakan dan diusahakan dengan mengorbankan waktu dan jiwa sehingga diperolehlah assesoris dunia (jabatan, harta, popularitas, pengikut). Sangatlah agama tidak melarang memperoleh assesoris dunia selama itu tidak melanggar aturan agama dalam meraihnya dan sebagai upaya untuk modal mendekatkan diri kepada Allah inilah indikator seorang muslim. Agar kita tidak melahirkan kesombongan dalam mengupayakan assesoris dunia maka perlulah kita ketahui akibat dari kesombongan itu yaitu dari Abu Hurrairah ra berkata Rosulullah SAW bersabda, Allah Azza wa Jalla berfirman.”Kemulian adalah pakaianKu dan kebesaran adalah adalah selendangKu, maka barangsiapa yang menyaingi Aku dalam salah satunya maka Aku pasti menyiksanya (HR Muslim).
Kedua, Kita hidup didunia hanya mengupayakan bagaimana caranya dengan apa yang kita upayakan dan menghasilkan assesoris dunia yang maksimal (orang kaya) maupun minimalis (pas-pasan) atau minus (menjadi orang miskin) hanyalah untuk memperoleh surganya Allah, jika kita melakukan kesombongan tentunya konsukwensinya adalah tidak akan masuk surganya Allah dengan hadisnya dari Abdullah bin Mas’ud ra menerangkan bahwa rosulullah SAW bersabda tidak akan masuk surga yang didalam hatinya terdapat sifat sombong (HR. Muslim).
Demikianlah kesombongan yang sudah dilahirkan oleh kita selama ini hanya dapat dikoreksi dengan ilmu agama (Bab Kesombongan) yang hanya diperoleh dengan belajar (Ta’lim) dan bertaubat dengan mengakui dan menyakini kesombongan selama ini dan tidak berbuat kesombongan lagi yang diiringi dengan banyak melakukan kebaikan-kebaikan, karena kebaikan dapat menutup keburukan. Tentunya kebaikan yang didasari atas dalil-dalil agama bukan kebaikan atas dasar akal dan hawa nafsunya disinilah perlunya belajar (Ta’lim).

Contoh Naskah Ceramah | Dakwah Singkat Tema Kenakalan Remaja

Contoh Naskah Ceramah | Dakwah Singkat Tema Kenakalan Remaja
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulilah hirabil alamin wasalatu wasalamu alla asrafil anbiya iwal mursalin waala alii wasahbihi azmain ama badu
Pertama-tama masrilah kita panjatkan puji serta syukur kehadirat Allah subhana watala. salawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,kepada keluargaNya, sahabat serta kepada kita selaku penganut sunahNya.
Teman-teman dan para guru semua yang saya hormati.
Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato yang bertemakan tentang kenakalan dikalangan remaja dewasa ini.
Teman-teman yang saya cintai dan ibu guru yang saya hormati.
Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi ambang batas yang kewajar. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat dipungkuri lagi, kita dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang melalui media elektronik atau kita melihatnyalangsung di lingkungan sekitar kita.
Teman-teman yang saya cintai dan ibu guru yang saya hormati.
Hal tersebut bisa terjadi karena adanya faktor-faktor menunjang akan perubahan prilaku dikalangan remaja, sebagai contoh :
-     Kurangnya kasih sayang orang tua.
-     Kurangnya pengawasan dari orang tua.
-     Pergaulan dengan teman yang tidak sebaya.
-     Peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif.
-     Tidak adanya bimbingan kepribadian dari sekolah.
-     Dasar-dasar agama yang kurang
-     Tidak adanya media penyalur bakat dan hobinya
-     Kebebasan yang berlebihan
-     Masalah yang dipendam
Teman-teman yang saya cintai dan ibu guru yang saya hormati.
Ada bbeberapa cara yang mungkin bisa jadikan usaha untuk mengatasi dan mencegah kenakalan dikalangan remaja, Khususnya buat diri kita sendiri agar tidak ikut terjerumus kedalamnya, diantaranya:
-     Perlunya pendidikan agama sejak dini yang rutin yang berguna untuk mempertebal keimanan diri kita sendiri.
-     Mentaati nasehat - nasehat yang telah kita terima khususnya dari orang tua kita atau dari orang lain (guru, orang yang lebih berpengalaman atau teman-teman kita).
-     Jangan terpancing untuk mencoba hal-hal yang menurut agama dan dan hukum dianggap salah.
-     Mempunyai konsep hidup yang benar.
-     Menyusun rencana masa depan dengan untuk kehidupan dan masa depan yang baik.

Teman-teman yang saya cintai dan ibu guru yang saya hormati. Tidak ada hal yang terindah dalam hidup ini selain kita mengisi dan menjalani hidup ini dengan ha-hal yang baik.
Teman-teman yang saya cintai dan ibu guru yang saya hormati. Akhir kata dari saya, terima kasih atas semua perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Contoh Naskah Ceramah | Dakwah Singkat Pemimpin Yang Amanah

Contoh Naskah Ceramah | Dakwah Singkat Pemimpin Yang Amanah. Dakwah Islam. Dakwah Hari Jumat.
      Assalamu ‘alaikum wr.wb.
      Alhamdulilah hirabil alamin wasalatu wasalamu alla asrafil anbiya iwal mursalin waala alii wasahbihi azmain ama badu
Wallahu'alam.Bismillâhirrahmânirrahîm
                Segala puji bagi Allah Rabbul ‘Alamin. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengumpulkan kita di tempat yang baik ini dengan izin Allah laksana satu hati dalam tubuh satu orang, sehingga kita menjadi saudara-saudara yang saling mencintai. Al-hamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan taufik, serta menganugerahkan kemudahan kepada kita untuk menuntut ilmu syar’i, yang telah menjadikan kita termasuk orang-orang yang berilmu, dan orang-orang yang berjalan mengikuti jalan ilmu.
                Sebelum segala sesuatu dimulai, saya mengingatkan kepada diri saya sendiri dan kepada hadirin semua untuk bertakwa kepada Allah SWT. Sebab, takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan himpunan segala kebaikan. Takwa merupakan pangkal kebenaran hakiki bagi setiap Muslim. Takwa merupakan bekal yang sejati bagi setiap Muslim. Seperti yang tersiratkan dalam Al-Qur’an  surat Al-Baqarah/2:197 yang artinya:
“Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal”.
Dan Rasulullah Muhammad SAW pun pernah bersabda :

مَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَـلْ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا وَ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجاً وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبْ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah membuatkan baginya jalan keluar dari segala kesulitan, kelapangan, dari segala kesedihan, dan Allah akan menganugerahkan rezeki kepadanya dari arah yang tidak ia duga”.
                Namun saudara - saudara sekalian, pokok pembahasan dalam ceramah kali ini bukanlah mengenai takwa, melainkan “Mencari Pemimpin yang Amanah di Masa Kini”
                Pada zaman dahulu kala, Khalifah Umar bin Abdul Aziz merupakan seorang pemimpin yang terkenal dengan sifat amanah dan adil. Banyak peristiwa yang memaparkan sifat amanah dan keadilannya. Di antaranya ialah cerita ini:
                Pada suatu hari, semasa Khalifah Umar bin Abdul Aziz sedang membagikan buah epal kepada kaum muslimin, anaknya yang masih kecil sedang bermain-main berhampiran dengannya, tiba-tiba mengambil sebiji buah epal dari bakul, kemudian dia menggigit buah epal yang rangup itu. Khalifah Umar bin Abdul Aziz melihat perbuatan anaknya itu. Dengan segera dia menghampiri anaknya dan mengeluarkan buah epal itu dari mulutnya anaknya. Sebab buah epal itu adalah hak kaum muslimin.
                Ketegasan Khalifah Umar bin Abdul Aziz itu menyebabkan anaknya menangis. Dia berlari pulang mengadu kepada ibunya. Ibunya, Fatimah memahami tindakan suaminya yang ingin menjaga amanah kaum muslimin. Tetapi, sebagai seorang ibu, beliau juga memahami perasaan dan keinginan anaknya. Fatimah membujuk anaknya dengan membeli sebuah epal di pasar.
                  Ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz pulang ke rumah, beliau melihat lagi anaknya sedang memakan buah epal. Beliau lalu bertanya kepada Fatimah, “Wahai Fatimah, dari manakah adinda peroleh buah epal itu? Adakah ia milik kaum muslimin?”
                “ Tidak kakanda. Buah epal itu adinda beli di pasar untuk mendiamkan anak kita yang menangis tadi.” Mendengar jawapan itu, legalah hati Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Beliau mendukung anaknya sambil berkata kepada isterinya, “Ketika kanda menarik buah epal itu dari mulut anak kita, kanda merasakan seolah-olah kanda menarik jantung kanda sendiri. Sungguh sakit kanda rasa, tetapi kanda tidak sanggup mendapat dosa karena sebiji buah epal yang bukan hak kita.”
                Begitulah kisah singkat Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Sungguh kuat sifat amanah beliau. Semoga Allah mengurniakan kita dengan sifat yang mulia ini. Amin…
Bila kita bandingkan, dahulu para sahabat Radhiyallahu ‘Anhu sangat takut untuk dipilih menjadi seorang pemimpin, maka sekarang, ada banyak orang berlomba-lomba menjadi pemimpin. Semua mengaku terbaik!
                Dewasa ini banyak sekali orang yang mengacungkan dirinya menjadi pemimpin, entah dalam cakupan wilayah yang sempit atau lebih luas. Misalnya saja menjadi pemimpin dan wakil rakyat dalam dunia DPR. Telah terungkapkan fakta bahwa kelayakan mereka tidak bisa dijamin 100 %. Baik dilihat dari sisi kualitas pendidikan, hasil kerjanya, ataupun masalah yang ditimbulkannya.
                Di Indonesia banyak sekali anggota DPR yang notabene adalah para artis, pejabat, pemikir hebat, lulusan sarjana dan bahkan pekerja biasa. Okelah, tidak masalah, kalau mereka benar- benar setulus hati bekerja untuk rakyat, bukan juga sebuah perkara besar jika mereka memiliki kompetensi yang handal dan kecakapan yang baik dalam bidang tersebut. Namun, mari kita teengok keberadaan mereka, apa yang sebenarnya bisa diungkap dari mereka. Ya,,, kerakusan dan ketamakan yang memakan diri mereka semakin hari semakin menggemparkan berita nusantara ini. Memang benar tidak semuanya seperti itu. Tetapi kebanyakan dari mereka telah meninggalkan amanat kepemimpinan yang mereka emban, menjadi para koruptor hebat. Hal ini menjadi pemandangan yang sangat memilukan untuk rakyat. Di mana keberadaan pemimpin kita yang amanah?
                Benar sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika beliau menyampaikan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
“Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan.” (HR. Al-Bukhari).
                Memilih pemimpin bukanlah perkara sepele, sebab kandidat yang terpilih itulah yang akan membawa label pemimpin rakyat untuk membuat dan menjalankan kebijakan-kebijakan yang menentukan nasib jutaan jiwa umat. Suka tidak suka, kandidat yang terpilih itulah yang kemudian akan menorehkan tinta sejarah di negeri ini. Meskipun torehan itu masih tanda tanya besar, apakah akan menjadi tinta emas yang senantiasa dikenang atau tinta hitam yang senantiasa diratapi. Mampukah ia menjadi pemimpin sejati, atau justru menjadi pemimpin yang menghianati amanat rakyat.
                Pemimpin merupakan lambang kekuatan, keutuhan, kedisiplinan dan persatuan. Namun harus kita sadari juga bahwa pemimpin bukanlah hanya sekadar lambang. Karena itu, ia memerlukan kompetensi, kelayakan dan aktivitas yang prima untuk memimpin bawahannya.
Melihat esensi kepemimpinan, sebagai seorang Muslim, tentu tidak bisa sembarangan dalam memilih pemimpin. Jangan sampai perilaku “memilih kucing dalam karung” menghantui kita.

Contoh Teks Pidato Singkat - Page 3

Contoh Teks Pidato Singkat ini terdiri dari beberapa tema, diantaranya :  Tema Haji, Tema Qurban, Tema Global Warming, Tema Pemanasan Global, Olahraga, Tema Remaja, Tema Cinta, Tema Budaya, Tema Kesenian, Tema Moral, Tema Akhlak, Tema Pemuda, Tema Sekolah, Tema Agama, Tema Anak Sekolah, Tema Kesehatan, Tema Kebersihan, Tema Lingkungan, Tema Hari Raya dan hari-hari  besar  lainnya, Tema Olahraga, Tema Ekonomi, Tema Korupsi dll

Contoh Naskah Pidato Pelepasan Jemaah Haji
Pidato Acara Tasyakuran Pemberangkatan Haji Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati. Sebelumnya  marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena pada hari ini kita masih diberi kesempatan untuk dapat hadir diacara pelepasan jemaah Haji warga/keluarga (Bapak/Ibu) ........ dalam keadaan sehat walafiat, tanpa ada halangan suatu apapun. 

Pidato Kebersihan Lingkungan Di Sekolah
Contoh Pidato Kebersihan Lingkungan Di Sekolah ini sebagai tambahan koleksi dari contoh-contoh pidato yang lainnya, untuk pidato tema kebersihan lingkungan di sekolah yang lainnya, kalian bisa mencarinya di halaman sebelumnya. mudah-mudahan berguna dan bermanfaat. Assalamualaikum Wr.Wb Yth. Bapak/Ibu Guru yang kami hormati Serta teman-temanku semua yang saya cintai Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan..

Contoh Naskah Pidato Tentang Qurban
Pidato Tema Qurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha. Bagi kalian para siswa atau siapa saja yang kebetulan sedang mencari contoh pidato yang bertemakan Kurban. dibawah ini ada contoh pidato singkat tentang qurban yang bertepatan dengan penyelenggaraan ibadah haji pada hari raya Idul Adha Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Yang terhormat Bapak/Ibu .... juga para tamu undangan (teman-teman)...

Contoh Naskah Pidato Tentang Global Warming
Contoh Pidato Tema Global Warming ini mudah-mudahan bisa dijadikan contoh bagi kalian yang kebetulan sedang mencarinya... silahkan mengeditnya sesuai dengan keperluan kalian... Assalamualaikum wr.wb Selamat pagi teman-temanku semuanya, terimakasih juga kepada... yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan pidato singkat yang bertemakan "Global Warming" ini. Bapak/Ibu.... juga teman-temanku...

Pidato Perpisahan Kelas 9 SMP
Pidato Perwakilan Kelas 9 SMP pada acara Perpisahan sekolah Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat bapak kepala sekolah SMP..., yang terhormat bapak dan ibu guru sekalian dan teman-teman seperjuangan yang kami cintai. Pada acara resepsi dalam rangka perpisahan kelas Sembilan tahun pelajaran 2011/2012, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. berkat rahmat...

Contoh Naskah Pidato Bahasa Inggris Tentang Narkoba
Pidato Bahasa Inggris Tema Narkoba. Mudah-mudahan pidato bahasa inggris tentang narkoba ini bisa lebih dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi kalian yang sedang membutuhkannya. Assalamualaikum Wr Wb Let's say the grace of God Almighty's presence, because of the blessings of His grace within which we've been given so as health can still be gathered here in good health. Father-Mother board of teachers and friends...

Contoh Naskah Pidato Tema Korupsi
Contoh Naskah Pidato tentang Korupsi ini mudah-mudahan bisa menjadi ide buat kalian yang sedang membutuhkannya dan bisa dikembangkan lagi sesuai dengan kebutuhan kalian. Assalamualaikum wr.wb. Shalawat dan salam kita panjatkan atas segala nikmat yang telah kita terima dan dikaruniakan Allah SWT sehingga kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk dapat hadir ditempat ini. Saya ucapkan terima kasih kepada......

Contoh Naskah Pidato Tema Manfaat dan Khasiat Alam
Contoh Naskah Pidato tema khasiat dan manfaat alam yang ada disekitar kita. Assalamu’alaikum Wr.Wb. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena berkah dan rahmatNyalah kita semua dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal’afiat. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW serta kepada keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita sebagai...

Contoh Naskah Pidato Anti Rokok Sedunia
Contoh Naskah Pidato yang bertemakan tentang tembakau dan rokok dalam rangka memperingati hari anti rokok sedunia. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Yang terhormat Bapak/Ibu... yang kami hormati, juga teman-teman semuanya. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. yang mana berkat rahmat serta karunianya, kita semua dapat hadir di tempat ini dalam keadaan..